Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Oktober 2012

JELAJAH KULINER BERGIZI : KANGEN SI GATOT YANG HITAM (GURIH) MANIS

Lho…kog Hitam (Gurih) Manis??? Gag hitam manis aja???
Jawabannya…tergantung kita bakal ngomongin Gatot yang mana nih? Mas Gatot Hitam Manis, atau… Gatot yang ini nih…?

Gatot....atau ditulis Gathot, secara Jawa
 Ahaha…kadang nama makanan Indonesia itu memang bikin penasaran. Seperti makanan yang satu ini yang dinamai Gatot. Sampai sekarang pun saya belum ngeh kenapa dinamai demikian. Mungkin Gatot ini nama orang pertama yang bikin?? Pak Gatot, atau Mbah Gatot…yang jelas, bukan GAgal TOTal  >_<
Makanan khas asal Jawa Tengah ini memang berasa gurih dimakan, juga manis apalagi kalau makannya ditambah gula merah. Huuhm…
Makanan ini juga ngangenin. Kenapa? Karena saya yang notabene orang asli Jawa Timur, lumayan susah dapat makanan ini setiap saat. Rasa dan teksturnya yang khas itu lho…ngangenin. Ditambah parutan kelapa jadi semakin mantab. Makanan ini dapat sering ditemui di Kabupaten Wonogiri di Jawa Tengah, Gunung Kidul, Yogyakarta dan Blitar Jawa Timur.

GATOT, MAKANAN NDESO YANG HEROIK
Sebagian orang mungkin memang menganggap makanan dari singkong (ubi kayu) ini makanan yang ketinggalan jaman, ndeso, gag modern. Namun di balik semua cibiran itu, gatot menyimpan sebuah sejarah yang mengiringi jaman kemerdekaan lho… (plok…plok…plok…). Gimana tuh cerita lengkapnya?
Di jaman perjuangan kemerdekaan dahulu, Gatot dan kembarannya, tiwul, adalah makanan khas yang bisa memompa semangat juang para pahlawan. Dengan segenap keterbatasan bahan makanan, para ibu-ibu jaman dahulu ikut andil dalam membantu perjuangan dengan membuatkan makanan dari bahan yang ada agar bisa dimanfaatkan menjadi makanan yang bisa menggantikan peran beras. Dahulu makan nasi dalam sehari cukup sekali, setelah makan nasi pasti akan cepat lapar.
Dari bahan dasarnya saja, singkong. Singkong ini dari jaman dulu memang tanaman yang tangguh. Bisa di tanam di mana saja, bahkan di tanah yang gersang dan tandus, tetap tumbuh juga. Sekilas jadi ingat penggalan lagu Koes Plus…orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Singkong juga bahan makanan yang ekonomis. Dari jaman dulu kala selalu jadi alternatif makanan yang dipilih saat tidak ada beras, atau saat sesuap nasi jadi makanan yang mahal, atau saat nasi harus dihemat. Tapi bukan berarti gatot identik dengan kemiskinan. Di daerah asalnya, makan gatot atau tiwul sudah membudaya, dan menjadi pola makan sehari-hari pengganti nasi. Ndeso? Gag laah… bisa jadi makan gatot malah ingat jaman perjuangan.. huhu…

BAGAIMANA MENGOLAH SINGKONG JADI GATOT, PUTIH JADI HITAM?
Menarik sekali membahas proses mengolah gatot sampai siap santap.


Singkong dan Gaplek, bahan baku Gatot
 Awalnya, singkong akan diubah jadi gaplek. Gaplek dibuat dari singkong yang dikeringkan setelah dikupas. Masyarakat umumnya membuat gaplek dengan cara sederhana, yaitu singkong dikupas, utuh atau dibelah kemudian dijemur. Ada dua jenis gaplek, yaitu gaplek yang putih biasa ditepungkan atau dibuat tiwul dan gaplek hitam yang disebut gatot. Warna hitam pada gatot dihasilkan oleh bermacam fungi dan bakteri yang tumbuh karena selama penjemuran, singkong dibiarkan pada hamparan siang dan malam. Perombakan pati menjadi senyawa yang lebih sederhana oleh berbagai fungi dan bakteri menyebabkan tekstur gatot menjadi kenyal. Adanya fungi dan bakteri ini menyebabkan terjadinya proses fermentasi yang membuat pati dalam singkong terurai oleh enzim menjadi struktur yang lebih sederhana sehingga lebih mudah dicerna. 

Gaplek sedang dijemur
 Proses selanjutnya : gaplek yang kehitaman direndam dalam waktu semalaman. Setelah itu, air rendamannya dibuang dan gaplek hitamnya kemudian dicuci bersih dan dipotong kecil-kecil. Karena sudah mengalami perendaman dan teksturnya sudah lebih lunak, gaplek calon gatot jadi mudah untuk dipotong-potong. Gaplek hitam lunak yang sudah dicuil-cuil itu kemudian ditanak, seperti menanak nasi. Sekitar dua jam kemudian, diangkat dari tungku serta ditata dalam tampah agar cepat dingin. Hasilnya berupa gatot dengan warna sebagian kecokelatan sebagian hitam, dengan tekstur kenyal dan rasa serta aroma khas gatot. Cara memakannya seperti halnya makan nasi bersama sayuran dan lauk-pauknya. Namun saat ini gatot lebih banyak dikonsumsi sebagai snack dengan parutan kelapa dan kadang-kadang dicampur dengan gula merah. Biasanya gula kelapa.

ISTIMEWANYA GATOT
Perpaduan rasa gurih dengan sedikit rasa manis atau pun asin merupakan ciri khas gatot. Di samping itu, teksturnya yang kenyal ditambah sedikit kasar dari parutan kelapa menambah eksotisme tersendiri saat mengunyah gatot. Mengonsumsi gatot dapat membuat kenyang bertahan lebih lama (awet wareg) karena alat pencernaan membutuhkan waktu yang lama untuk mencerna gatot. Dan sekarang ini makan gatot akan semakin lebih mudah karena kita tidak perlu repot-repot mengikuti proses pembuatannya yang cukup ribet dan lama (belum lagi kalau salah caranya…rawan kontaminasi…), kini sudah tersedia gatot instan. Tinggal beli, rendam, kukus, sajikan!! Mudah sekali…^^

TINJAUAN GIZI GATOT
Singkong atau ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan salah satu sumber karbohidrat lokal Indonesia yang menduduki urutan ketiga terbesar setelah padi dan jagung. Tanaman ini merupakan bahan baku yang paling potensial untuk diolah menjadi tepung.
Singkong segar mempunyai komposisi kimiawi terdiri dari kadar air sekitar 60%, pati 35%, serat kasar 2,5%, kadar protein 1%, kadar lemak, 0,5% dan kadar abu 1%, karenanya merupakan sumber karbohidrat dan serat makanan, namun sedikit kandungan zat gizi seperti protein. Singkong segar mengandung senyawa glokosida sianogenik dan bila terjadi proses oksidasi oleh enzim linamarase maka akan dihasilkan glukosa dan asam sianida (HCN) yang ditandai dengan bercak warna biru, akan menjadi toxin (racun) bila dikonsumsi pada kadar HCN lebih dari 50 ppm. Di samping itu, ubi kayu segar mengandung senyawa polifenol dan bila terjadi oksidasi akan menyebabkan warna coklat (browning secara enzimatis) oleh enzim fenolase, sehingga warna tepung kurang putih.
Kandungan Singkong/Ubi Kayu per 100 gram
 Ada beberapa cara yang dapat  dilakukan untuk mengurangi kandungan HCN yang terdapat dalam singkong, yaitu dengan cara perendaman, pencucian, perebusan, pengukusan, penggorengan atau pengolahan lain. Dengan adanya pengolahan dimungkinkan dapat mengurangi kadar HCN sehingga bila singkong dikonsumsi tidak akan membahayakan bagi tubuh. Pengolahan secara tradisional  (seperti pada pengolahan gatot) dapat mengurangi/ bahkan menghilangkan kandungan racun.  Pada singkong, kulitnya dikupas sebelum diolah,  direndam sebelum dimasak dan difermentasi selama beberapa hari.  Dengan perlakuan tersebut linamarin banyak yang rusak dan hidrogen sianidanya ikut terbuang keluar sehingga  tinggal sekitar 10-  40 mg/kg.
Kandungan asam amino atau protein dalam gatot lebih besar dari pada pada singkong, karena keberadaan jamur yang memproduksi asam amino dari bahan pati singkong. Nilai gizi gaplek sendiri sebagai sumber karbohidrat lebih tinggi dibandingkan beras. Setiap 100 gr mengandung 35,3 gram. Namun, kandungan zat lain yang terdapat pada singkong (vitamin dan mineral) relatif lebih kecil dari pada beras, terutama setelah pengolahan. Meskipun begitu, singkong dan olahannya memiliki kandungan serat yang lebih tinggi daripada beras. Oleh karena itu perlu diolah menjadi makanan pelengkap dengan cara mengkombinasikan dengan pangan lainnya yang mempunyai nilai gizi lebih tinggi maka akan sangat bermanfaat sebagai bahan pangan.

SINGKONG, GAPLEK, GATOT…SAATNYA BICARA TENTANG DIVERSIFIKASI PANGAN
Hingga saat ini masih sulit mengubah persepsi masyarakat bahwa pangan itu identik dengan beras. Padahal Indonesia ini kaya akan keberagaman hayati, termasuk sumber-sumber karbohidratnya. Sejak dahulu telah tumbuh budaya lokal (local wisdom) mengkonsumsi non-beras dalam pola makannya yang terbentuk dari keyakinan, tata-nilai, dan perilaku masyarakat.
Umbi-umbian, sumber Karbohidrat
 Selama ini memang sudah banyak dikampanyekan penganekaragaman pangan, terutama makanan pokok, salah satu contohnya pencanangan gerakan sehari tanpa nasi di suatu kota di Indonesia. Meski demikian, sayangnya ada pula upaya yang dirasa tidak sejalan dengan penganekaragaman pangan, yaitu adanya dukungan yang sangat besar terhadap produksi beras, atau kebijakan impor beras yang otomatis mendukung berkembangnya pola makan berbasis nasi. Akibatnya konsumsi beras rata-rata penduduk Indonesia adalah yang tertinggi di dunia dan citra produk pangan selain beras menjadi relatif rendah.
Lalu mengapakah tak kita mulai dari sekarang untuk menengok bahan makanan lain? Singkong, gaplek, gatot, atau berbagai hasil olahannya hanya salah satu contoh. Sebut saja jagung, sagu, aneka ragam umbi-umbian, kentang, dan lain sebagainya. Bahan-bahan makanan tersebut juga unggul berdasarkan aspek gizi, keterjangkauan, dan aspek agronomis, yang berarti tanaman-tanaman tersebut mampu beradaptasi pada kondisi lahan. Yang artinya tidak perlu risau akan sempitnya lahan, produksi tetap dapat dilakukan. ^^

Tuh…dari gatot kita sudah banyak tau betapa kayanya tanah Indonesia. Dari sejarahnya kita bisa menjiwai perjuangan para pahlawan. Dan lebih dari itu…gatot, tiwul, dan kawan-kawannya bisa jadi pelopor diversifikasi pangan di Indonesia

Maju terus kuliner Indonesia!!
Enak saja belum cukup. Harus bergizi. Go Gizi Go Gizi Go!!! ^_^v

Kunjungi :
http://nutrisiuntukbangsa.org/jelajah-gizi/

 BAHAN BACAAN



JELAJAH KULINER BERGIZI : SI KUPANG LONTONG YANG KONTROVERSIAL

Kupang. Itu nama suatu kota di Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Tapi kalau bicara tentang makanan, kali ini kita belum akan berpetualang ke Kota Kupang untuk mencoba jagung bose, makanan khas Nusa Tenggara Timur itu. Kali ini kita akan pergi ke timur pulau Jawa, menyambangi pantai-pantai utara Jawa Timur. Yak, sejenak kita akan menengok ada kuliner bergizi apa yaa di pantai utara Surabaya? Ternyata, selain jadi nama kota, kupang juga sebutan untuk hewan moluska kecil yang hidup di laut. Lalu, bagaimana moluska yang diameternya hanya sekitar 3-5 mm ini bisa tersaji di meja makan, menjadi santapan seafood mantap berasa pedas-segar-asam-manis? Mari kita telusuri… ^^
Kupang sudah akrab sekali di telinga orang Sidoarjo, Surabaya, Pasuruan, dan sekitarnya. Habitat hidupnya menempel pada tumbuh-tumbuhan laut di pantai berombak tidak terlalu besar dan tenang. Yang bikin kontroversial, kadang sampai buat orang ogah, jijik, bin amit-amit makan olahan kupang….itu karena, konon katanya, kupang ini ditangkap dengan cara yang jorok!! Padahal…senyatanya, para nelayan pesisir menangkap kupang dengan alat yang sederhana, yaitu dengan menyabit rerumputan laut yang banyak dihuni kupang, selanjutnya pada saat air laut surut maka gerombolan kupang diambil oleh para nelayan.
Setelah terkumpul sangat banyak maka kupang dipisahkan dari rumahnya (cangkang) dengan cara direbus. Setelah direbus maka isi kerang kecil ini akan keluar, dan terpisang dari cangkangnya. Proses pengolahan selanjutnya adalah memisahkan kupang tersebut, maka kupang sudah siap untuk dijual sebagai bahan masakan setengah jadi. Di Jawa Timur penangkapan kupang ini bisa ditemui di daerah pesisir utara antara lain di pantai Sidoarjo, dan Pasuruan. Karena faktor geografis dekat pesisir itulah, maka makanan ini sangat populer dan disukai di daerah tersebut. Kalau Anda pernah jalan-jalan ke Pantai Kenjeran, pasti banyak menemui penjual kupang lontong. Walaupun demikian, ternyata si kupang lontong ini tak hanya populer di kawasan aslinya lho. Pada umumnya di berbagai kota di Jawa Timur akan mudah menemukan penjual kupang lontong baik di rumah makan, ataupun yang berkeliling dengan dipikul, gerobak maupun dengan motor.
Sentra Kupang di Sidoarjo

Kupang Kraton khas Pasuruan...di Malang
 Di Pasuruan, ada Kupang Kraton yang terkenal. Di kota Malang juga, Kupang khas Sidoarjo, khas Pasuruan (bedanya ada di ukuran kupang) banyak dijual di antaranya di Jalan Dr.Cipto No.12 dekat Hotel Gajah Mada, di dekat Pasar Sukun, daan…di tempat langganan saya, di Pasar Bululawang. Bahkan duluu…waktu saya masih SD (sekitar taun 1998-2002an), ada juga lho penjual kupang lengkap dengan lento dan satenya. Si ibu penjual ini dari Sidoarjo, jualan kupang dengan cara berkeliling, wakul besar tempat dagangannya disunggi di atas kepala. Si ibu hampir selalu ada di SD saya setiap jam istirahat sekolah. Jaman dulu, dengan Rp 500,00 saya sudah bisa makan kupang. Hehe…

seporsi kupang lontong...sLuurrpp!!
 Kupang Lontong disajikan dan dihidangkan dengan cara sebagai berikut: ambil bawang putih yang telah dibersihkan kemudian haluskan bersama cabe rawit dan tambahkan gula pasir. Apabila sudah agak halus, tambahkan petis (pasta hitam dibuat dari udang) 20 gram dan perasan jeruk nipis secukupnya (sesuai selera). Ratakan bumbu tersebut dan tuangi dengan sedikit air kuah masakan kupang. Lontong dipotong kecil-kecil dan diletakkan di atas bumbu yang telah dihaluskan. Siram dan tambahkan kuah kupang dan hidangkan bersama lento, tahu goreng, dan sate kerang sebagai pelengkap, juga kerupuk kupang yang gurih dan renyah. Bisa juga ditaburi dengan bawang goreng.
bumbu sedang diracik di atas piring
 Lento merupakan campuran singkong parut, kacang tolo, kelapa parut, dan bumbu berupa bawang putih, ketumbar, garam, gula, kunyit, dan irisan halus daun jeruk. Semua bahan tersebut dicampur, dibentuk bulat pipih, kemudian dikukus lalu digoreng sebentar.
Sate Kerang dibuat dengan menumis bumbu halus (cabai merah, bawang putih, merica bulat, jahe cincang, dan lengkuas) hingga harum. Kemudian masukkan daging kerang, kecap manis, gula pasir, asam jawa, dan garam. Tuangkan air secukupnya dan aduk hingga air habis dan daging kerang empuk. Sebelum diangkat, tambahkan daun bawang merah goreng. Tusukkan 6-7 buah daging kerang pada tusuk sate.


sate kerang, lento, dan tahu goreng...renyah dan gurih teman makan kupang

TINJAUAN GIZI KUPANG
            Kupang segar mengandung gizi yang cukup banyak, terutama protein. Komponen gizi yang terkandung dalam daging kupang meliputi kadar air 75,70%, kadar abu 3,09%, kadar protein 10,85%, kadar lemak 2,68%, dan kadar karbohidrat 1,02%.
Kupang juga memiliki sumber asam amino esensial yang baik. Kupang putih maupun kupang merah memiliki 17 asam amino, sedangkan dari 17 asam amino tersebut terkandung 10 macam asam amino esensial yang diperlukan untuk tubuh, antara lain: treonin, valin, metionin, isoleusin, leusin, fenilalanin, lisin, tripsin, histidin, dan arginin. Asam amino esensial tidak dapat dibentuk oleh tubuh manusia, tetapi harus didapat dari makanan sehari-hari.
Kandungan mikronutrien kupang yang bermanfaat bagi kesehatan yaitu Fe (zat besi) dan Zn (zinc/seng). Zat besi diperlukan dalam tubuh untuk pembentukan sel-sel darah merah, sedangkan Zinc merupakan komponen penting beberapa enzim untuk metabolisme dalam tubuh. Kupang juga mengandung asam-asam lemak yang dibutuhkan tubuh manusia. Kupang merah mengandung 8,97 LA (asam linoleat), 2,77% EPA (eikosapentanoat), 3,65% DHA (asam dokosaheksanoat). Sedangkan kupang putih mengandung 12,31% LNA (asam linolenat), 6,52% EPA, dan 6,61% DHA. Asam lemak esensial omega-3 membentuk komponen yang melancarkan transportasi oksigen dan nutrisi makro (protein, lemak, dan karbohidrat) ke dalam sel-sel tubuh sehingga dapat membantu pembuangan produk sisa metabolisme seperti karbondioksida dari sel, sedangkan EPA sangat efektif mengurangi kerusakan otot.

EFEK ALERGI KUPANG
Komposisi kupang lontong, terutama kupang, kerang, dan petis udangnya akan menimbulkan reaksi alergi bagi beberapa orang. Ini karena golongan seafood dengan protein tinggi sudah langganan jadi faktor allergen. Hal itu terjadi karena tubuh bereaksi terhadap sejenis protein yang terkandung dalam seafood. Atau, bisa juga karena tubuh bereaksi terhadap racun yang dihasilkan oleh bakteri yang kebetulan terdapat pada seafood, terutama seafood yang sudah tidak segar lagi.
Alergi seafood terjadi setelah beberapa jam kita mengonsumsinya. Mereka yang terkena alergi seafood biasanya akan merasakan gatal di daerah mulut, timbul ruam atau bintil-bintil merah pada kulit, pusing, gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare, serta pembengkakan pada wajah. Reaksi alergi ini dapat dicegah dengan proses pemasakan (pemanasan) yang dapat menghancurkan alergen utama yang ada dalam hidangan laut ini. Faktor kebersihan selama pengolahan juga menjadi hal yang penting.
Pengobatan yang paling penting pada alergi makanan ialah menghindari makanan yang bersifat alergen. Beberapa orang menyarankan mengimbangi konsumsi kupang lontong dengan minum air kelapa muda agar tidak alergi. Semua orang tahu khasiat buah kelapa yakni mengeluarkan racun dalam tubuh. Jika Anda terserang alergi kulit, belilah air kelapa muda atau degan hijau. Selain sebagai penawar racun, air kelapa muda juga baik untuk mengembalikan kebugaran tubuh. Dengan khasiat sebagai penetral racun, diduga air kelapa muda juga dapat menetralkan zat-zat penyebab alergi. Namun, zat mana dari air kelapa muda yang mempunyai khasiat penawar racun, masih belum jelas. Adapun adanya anggapan di masyarakat bahwa air kelapa hijau muda lebih berkhasiat daripada yang lainnya, belum ada literatur yang menyebutkan.
Bila alergi sudah terjadi, untuk menghilangkan rasa gatal, dapat dioleskan sedikit tepung soda bakar yang sudah dicampur dengan air atau sepersepuluh larutan methanol dalam alkohol. Segera hubungi dokter, maka biasanya akan diberikan obat antihistamin yang merupakan obat pilihan. Jika serangannya hebat, dapat disuntikkan larutan epinefrin atau efedrin dan kortikosteroid.
kelapa muda, berkhasiat sebagai penawar racun
 Oke, sekian dulu ulasan tentang seafood asli Jawa Timur ini. Bagi yang segera ingin mencoba, silahkan berkunjung ke Jawa Timur, jelajahi setiap sudutnya untuk menemukan makanan unik ini. Atau…siapa tau kupang lontong sudah ada di kota Anda. ^^
 

So, kembali lagi saya ingatkan: Enak saja tak cukup. Harus bergizi. Go Gizi Go Gizi Go…!!!

Simak juga artikel ini DI SINI



Kunjungi :
http://nutrisiuntukbangsa.org/jelajah-gizi/
 BAHAN BACAAN :

Rabu, 24 Oktober 2012

JELAJAH KULINER BERGIZI : LEZATNYA SOTO AMBENGAN ASLI SURABAYA


Anda orang Indonesia tulen?
Anda suka kuliner Nusantara?
Anda tahu makanan yang judulnya SOTO?

Bagi yang menjawab YA untuk 3 pertanyaan di atas, pastinya sudah tahu bahwa Indonesia ini dari Sabang sampai Meraukenya punya beragam variasi masakan soto. Yup! Siapa yang tak kenal soto? Makanan yang satu ini sangat populer di Indonesia. Sebut saja Soto Betawi, Soto Kudus, Soto Mie Bogor, Soto Lamongan, Soto Madura, Soto Banjar, Coto Makassar, dan masi banyak yang lainnya. Semuanya serba soto, dan masing-masing punya keunikan dan kekhasan daerah masing-masing. Naahh...kali ini, yang akan kita bahas adalah…(jreng jreng jreng)…SOTO AMBENGAN.
SEDIKIT TENTANG ASAL-USUL SOTO AMBENGAN
Namanya yang unik, mirip kata ambegan (=bernapas, bahasa Jawa), sempat membuat saya berpikir…Apa hubungannya Soto dengan pernapasan? Ahaha…ternyata memang gag nyambung.
Soto Ayam Ambengan adalah salah satu makanan khas kota Surabaya. Nama Soto Ayam Ambengan berasal dari depot Soto Ayam Pak Sadi yang terletak di Jalan Ambengan Surabaya. Depot Soto Ayam Pak Sadi ini sudah berdiri sejak tahun 1970 dan terkenal dengan rasa koya sotonya yang khas. Karena terkenalnya kelezatan soto ayam tersebut, maka masyarakat umum menyebut semua soto ayam khas Surabaya sebagai Soto Ayam Ambengan. Jadi kalau Anda ngaku penggemar soto dan sedang melancong di Surabaya, sempetin deh mampir ke Depot Soto Ayam Ambengan ini. Bisa di tempat aslinya, atau kalau sedang jalan-jalan di Tunjungan Plaza, silahkan cari Depot Soto Ayam Ambengan Pak Sadi ini di sana. Dijamin bakal berasa Surabaya. ^^

Depot Soto Ambengan Pak Sadi di Tunjungan Plaza, Surabaya
(eh...si Bapak penjualnya santai-santai aja nih di balik gerobak...hehe)


APA SIH ISTIMEWANYA SOTO AMBENGAN? BAGAIMANA CARA MEMASAKNYA?
Uniknya soto ini, berbeda dengan Soto Ayam dari daerah lainnya di Indonesia, warna kuahnya lebih kuning pekat karena memakai kunir (kunyit) dalam pembuatannya. Bahan bakunya terdiri dari daging ayam (daging, jerohan, kulit, brutu tergantung selera), telur, nasi putih, so’un, kubis/kol cacah dan kuah kaldu ayam. Biasanya para pecinta makanan ini kemudian mencampur makanannya dengan koya (bubuk yang terbuat dari parutan kelapa, tumbukan kerupuk udang, dan bawang putih), kerupuk, sambal, dan jeruk nipis. Ada pula yang kemudian masih menambahkan kecap manis atau kecap asin sesuai selera. Berikut ini cara mengolah Soto Ambengan:

Bahan :
  • ½ ekor ayam kampung
  • 1 ½ sdm garam
  • 2 liter air
  • Minyak untuk menggoreng
  • 3 sdm minyak, untuk menumis
Satu porsi Soto Ambengan

Bumbu, haluskan:
  • 8 butir bawang merah
  • 6 siung bawang putih, bakar
  • 1 sdt merica
  • 3 cm kunyit

  • 5 lembar daun jeruk
  • 2 batang serai, memarkan
  • 3 cm lengkuas, memarkan
  • 3 cm jahe, memarkan
  • 1 sdt gula pasir

Pelengkap :
Sip nih dengan pelengkap Koya, Kecap, dan Sambal
  • 150 gram kol, iris halus
  • 50 gram soun kering, seduh dalam air panas
  • 3 butir telur rebus, belah dua
  • 1 batang daun bawang, iris halus
  • 2 batang seledri, iris halus
  • 2 sdm bawang goreng
  • 2 sdm bawang putih goreng
  • 2 buah jeruk nipis, belah
  • Kecap manis
  • Kerupuk udang
  • Sambal kemiri

Koya :
  • 150 g kerupuk udang goreng diremuk
  • Parutan kelapa goreng
  • 2 sdm bawang putih goreng
  • ¼ sdt garam

Cara Membuat
  1. Didihkan air, rebus ayam bersama garam sampai empuk. Angkat dagingnya, tiriskan. Sisihkan kaldu untuk kuah soto. Goreng daging ayam sampai kuning kecoklatan. Angkat, suwir-suwir.
  2. Tumis bumbu halus sampai harum dan matang. Masukkan daun jeruk, serai, lengkuas, dan jahe. masukkan tumisan bumbu ke dalam air kaldu. Masak kembali di atas api kecil sampai mendidih.
  3. Cara membuat koya : Kerupuk udang dicampur dengan parutan kelapa goreng dan bawang putih goreng, lalu dihaluskan dan ditambah dengan sedikit garam dan gula.
  4. Atur kol, soun, ayam suwir, dan telur rebus di dalam mangkuk. Taburi dengan daun bawang, seledri, bawang goreng, dan bawang putih goreng. Sajikan soto dengan jeruk nipis, kecap, kerupuk udang, koya, dan sambal kemiri.
Untuk 4 orang

Saya lahir di Surabaya yang sudah lama tinggal di Malang. Walaupun jadi orang perantauan di Malang, tapi lidah saya rupanya tetap saja jadi lidah “Arek Suroboyo”. Terbukti dari setiap pertanyaan, “Makanan favoritnya apa?” maka akan saya jawab, “Soto (pake koya), Pecel, Nasi Bebek, Kupang gag pake lontong, & Rujak Cingur gag pake lontong” ahaha…semua khas Jawa Timuran.
Oke, saya sudah cerita kalau saya sudah lama tinggal di Malang. Tepatnya sejak tahun 1995. Waktu itu saya masi kecil, jadi kadang suka pilih-pilih makan dan kadang kangen makanan Surabaya. Kalau pas kangen Soto Ambengan, itu jadi sinyal buat ortu saya harus siap-siap bingung. Mau dicariin Soto Ambengan di mana coba?? Anyway…kebingungan ini ternyata berhasil membuat ortu saya lebih kreatif mengolah Soto, dan Soto Ayam ala Mama Saya jadi nomer 2 yang saya suka (setelah Soto Ambengan…hehe. Peace, Ma ^_^v).
Daan….penjelajahan pun dimulai. Setiap ada kesempatan keliling kota Malang, hampir selalu kepala tengak-tengok…di mana ada depot yang jual Soto Ambengan. Atau minimal, soto pake koya. Setelah pencarian itu, akhirnya ketemu juga Depot Soto Ambengan di daerah Gadang. Hampir setiap minggu sepulang sekolah SD, saya diajak Papa saya makan di depot itu. Tapi sayang, sekarang depot itu sudah beralih fungsi jadi tempat usaha lain. Pencarian kembali berlanjut, dan akhirnya ketemu lagi depot Soto Ambengan di Jalan Pattimura 9 di jalan belakang Rumah Sakit Dr.Saiful Anwar Malang.
Depot Soto Ambengan di Jalan Pattimura 9, kota Malang

Sampai di sini, sudahkah Anda ngiler ingin mencoba makanan khas Surabaya ini? Weitz…tunggu dulu! Jangan asal suka karena enak tapi mengesampingkan nilai gizinya lho… Enak saja tak cukup. Harus bergizi. Setuju? ^^

TINJAUAN GIZI SOTO AMBENGAN
Kalau bicara soal gizi makanan, maka yang perlu kita tinjau adalah dari bahan baku dan cara pengolahannya. Perlu diingat pada setiap kali menu makan kita, kita perlu makan beranekaragam yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, atau yang lebih populer disebut menu makan gizi seimbang. Dan kita perlu menghindari bahan makanan yang beresiko buruk terhadap kesehatan kita. Lalu, bagaimana dengan Soto Ambengan?
Soto Ambengan merupakan complete dish yang di dalamnya sudah terdapat sumber karbohidrat (nasi, so’un) sebagai sumber tenaga, protein (ayam, telur) sebagai sumber zat pembangun, dan lemak dari minyak yang digunakan selama pengolahan. Dan layaknya masakan khas Indonesia yang banyak menggunakan bumbu-bumbu dan rempah-rempah dalam proses pemasakannya, maka Soto Ambengan ini kaya akan antioksidan. Anda akan mendapat manfaat antioksidan yang terkandung dari bumbu-bumbunya. Bumbu dan rempah itu sendiri berfungsi sebagai memberikan flavor, warna, dan menambah cita rasa makanan sehingga dapat menambah nafsu makan, sebagai antimikroba, juga anti peradangan. Kandungan antioksidan yang ada dalam bumbu dan rempah lebih tinggi dari pada buah dan sayur dengan berat yang sama.
Walaupun sudah ada komponen sayur di dalamnya, ingat bahwa sayur (kubis/kol, daun bawang, seledri, dkk) di menu ini hanyalah sebagai pelengkap. Jadi, saat Anda sudah menjadikan Soto Ambengan menu makan di satu waktu, jangan lupa untuk mengimbangi dengan konsumsi makanan dengan komposisi sayuran dan buah di waktu makan yang lain agar kebutuhan akan serat (25 gram sehari), vitamin, dan mineral dapat terpenuhi.
Soto Ambengan biasanya juga disajikan dengan ditambahkan komposisi jerohan di dalamnya, tergantung permintaan konsumen. Nice info, bahwa jerohan, kaldu, otak, hati, jantung merupakan bahan makanan dengan kandungan purin tinggi (100-1000 mg purin per 100 g bahan makanan), maka warning bagi Anda yang beresiko gout arthritis (asam urat), sebaiknya menghindari bahan makanan berpurin tinggi tersebut untuk mencegah kenaikan kadar purin dalam tubuh. Kita juga tahu bahwa jerohan itu mengandung kolesterol yang beresiko terhadap masalah kesehatan. Konsumsi kolesterol berlebih akan meningkatkan resiko terhadap penyakit pembuluh darah dan jantung. Jadi, saat Anda ingin mengonsumsi makanan ini, maka……bijaklah. Mau sehat, tetap bisa makan enak kog. ^^
Bagi Anda yang masih penasaran kandungan gizi Soto Ambengan…yuk mari tengok nutrition fact untuk setiap sajian Soto berkoya ini…

Nilai gizi per Sajian
 Jadi…bagaimana? Sudah tak sabar mencoba makanan yang satu ini? Segera jelajahi kota Anda, siapa tahu ada Soto Ambengan di kota Anda!! Atau kalau Anda kurang beruntung, sekali-sekali boleh lho mampir ke Surabaya untuk mencoba makanan ini. Pesan soto original, dikecrut jeruk nipis, pake koya yang banyak, tambah sedikit kecap dan sambal, plus pesen es jeruk manis….jangan lupa krupuknya jangan ketinggalan!!! huuuhhm…..LAPAR. >_<
Enak saja tak cukup. Harus bergizi. Go Gizi Go Gizi Go…!!!


















Bahan Bacaan :
Handbook of Herbs and Spices vol. 2. (2004). CRC Press. Boca Raton.
The Health Benefits of Herbs and Spices
Penuntun Diet edisi baru oleh Sunita Almatsier
Prinsip Dasar Ilmu Gizi oleh Sunita Almatsier
http://kluwandapurmasak.blogspot.com/2010/05/cara-membuat-nasi-soto-ambengan.html
Analisis kandungan Gizi dengan Nutrisurvey 2007