Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Maret 2014

SOLITUDE





I’m enjoying my loneliness
Because I can hear the voice of raindrops
Because I can feel the wind’s blowing
Because I can see the greenish view of trees, flowers, and mountains
Because I can cheerfully looking up where the birds fly over
Because I can privately waiting for the morning due, sometimes

I’m enjoying my little escape
Because I can truly be myself this way
Because I can contemplate what I’m thinking about
Because I can continue my life without bothered the others
Because I can avoid the bad things I won’t to hear
Because I can go wherever I want without anybody knowing

I’m enjoying my solitude
When I’ll go deep inside my thought
When I’ll feel my gifted life by my Lord
When I’ll realized what my Lord aim for creating me, us, them
When I’ll knowing that me, us, them are we
When I’ll make sure that there is much to do

So, I go out after solitude
To fulfill what my Lord want from me
To live my life
To live with others lives
To make my life more valuable than ever
To take a step by step till the end of the day



Masjid A.Yani, Kahuripan, Malang 2:07 PM, 3/17/2014

Kamis, 29 November 2012

#Beberapa Nasehat Pilihan#

dari http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=571032046247229&id=203194016364369


Abdul Malik bin Abjar berkata : “Manusia pasti diuji dengan kesehatan untuk dilihat bagaimana wujud syukurnya, atau diuji dengan musibah untuk dilihat bagaimana wujud sabarnya.” (Shifatush Shafwah : 3/123).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Sebenarnya orang yang dikatakan dipenjara adalah orang yang hatinya tertutup dari mengenal Allah 'Azza wa jalla. Sedangkan orang yang ditawan adalah orang yang masih terus menuruti (menawan) hawa nafsunya (pada kesesatan).” (Shahih Al Wabilus Shoyib, hal. 94)"

“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka. ” (HR Muslim no. 2674)"

Ali bin Hasan : “Aku heran dengan orang yang sombong dan angkuh, yang kemarin dia adalah setetes mani dan besok dia akan menjadi bangkai”. (Shifah ash Shofwah, II/ 95)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Salah satu kelebihan keledai –padahal ia adalah hewan paling pandir- bahwasanya seseorang berjalan membawanya kerumahnya dari tempat yang jauh dalam kegelapan malam, maka keledai itu bisa mengenal rumah tersebut. Apabila dilepaskan (dalam kegelapan) dia bisa pulang kerumah tersebut, serta mampu membedakan antara suara yang memerintahkannya berhenti dan yang memerintahkan berjalan. Maka barangsiapa yang tidak mengenal jalan kerumahnya – yaitu surga – dia lebih pandir dari pada keledai”. (Syifaul ‘Aliil : 1/74)

Berkata Muhammad bin Al-Fadhol Az-Zahid: “Rusaknya Islam di tangan empat jenis manusia: pertama orang yang tidak mengamalkan ilmunya, kedua orang yang beramal dengan tanpa ilmu, ketiga orang yang tidak berilmu dan tidak beramal, keempat orang yang melarang orang lain mempelajari ilmu” (Miftah Daarus Sa’adah 1/490)

Malik bin Dinar berkata: “Sesungguhnya apabila badan sakit, maka makan, minum, tidur dan istirahat tidak enak baginya. Begitu juga dengan hati, apabila ia cenderung kepada dunia, maka nasihat-nasihat tidak lagi berguna baginya.” (Shifatush Shafwah: 3/278)

Yahya bin Mu’adz berkata: “Wahai manusia, engkau mencari dunia dengan sungguh-sungguh, dan engkau mencari akhirat dengan usaha orang yang tidak membutuhkannya (malas-malasan). Padahal dunia sudah mencukupimu walaupun engkau tidak mencarinya, sedangkan akhirat hanya didapatkan dengan usaha yang sungguh-sungguh dalam mencarinya. Maka pahamilah keadaanmu.” (Ad-Dunya Zhillun Zail, hal.31).

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Seandainya manusia mengetahui bahwa nikmat Allah yang ada dalam musibah itu tidak lain seperti halnya nikmat Allah yang ada dalam kesenangan, niscaya hati dan lisannya akan selalu sibuk untuk mensyukurinya.” (Syifaa`ul ‘Aliil: 525)

Mutharrif berkata : “Kematian akan menghancurkan kenikmatan yang dimiliki seseorang, maka carilah kenikmatan yang tidak ada kematian padanya” (Latha‘if al-Ma‘arif, hal 79).

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang menginginkan kejernihan hatinya hendaknya dia lebih mengutamakan Allah daripada menuruti berbagai keinginan hawa nafsunya. Hati yang terkungkung oleh syahwat akan terhalang dari Allah sesuai dengan kadar kebergantungannya kepada syahwat. Hancurnya hati disebabkan perasaan aman dari hukuman Allah dan terbuai oleh kelalaian. Sebaliknya, hati akan menjadi baik dan kuat karena rasa takut kepada Allah dan ketekunan berdzikir kepada-Nya.” (al-Fawa'id, hal. 95)

Berkata Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu: “Barangsiapa yang menginginkan akhirat, dia akan mengorbankan dunia. Dan barangsiapa yang menginginkan dunia, dia akan mengorbankan akhirat. Wahai kaum, korbankanlah yang fana (dunia) demi untuk yang kekal abadi (akhirat)”. (Siyar A’lam An-Nubala : 1/496)

‘Urwah bin al-Ward : “Sifat rendah hati dapat menjaring kemuliaan bagi pemiliknya. Setiap karunia yang diterima manusia pasti ada orang yang mendengkinya, kecuali jika karunia itu berupa kerendahan hati.” (Al-Ihya‘ : 3/362)

Al Hasan al Bashri rahimahullahu berkata: “Sungguh aneh satu kaum yang diperintahkan untuk berbekal dan diseru untuk bepergian, namun mereka hanya duduk bermain-main”. (Mukhtashar Minhaaj al Qaashidiin, hal. 369)

“Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang cendekia, Mereka ceraikan dunia dan takut akan fitnahnya. Mereka perhatikan apa yang ada di sana. Tatkala mereka sadar bahwa dunia bukanlah tempat tinggal sebenarnya. Maka mereka jadikan dunia ini sebagai samudera, dan mereka gunakan amal salih sebagai perahu yang berlayar di atasnya.” (Mukadimah Riyadhus Shalihin)

Imam Ibnu Hibban berkata: “Wajib bagi orang yang berakal untuk lebih banyak diam berbanding banyak bicara. Betapa banyak orang yang menyesal karena banyak bicara, dan sedikit orang yang menyesal karena diam.” (Raudhatul ‘Uqala, hal. 45).

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: “Hendaklah bagi para pemilik wajah yang rupawan untuk tidak memperburuknya dengan perilakunya yang buruk, dan hendaknya bagi yang memiliki wajah yang buruk untuk tidak menggabungkan dua keburukan dalam dirinya (keburukan rupa dan perilaku).” (Al-Adab asy-Syar’iyyah: 3/125)

“Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.“ (HR. Abu Dawud no. 5212)

“Apakah salah seorang di antara kalian tidak mampu untuk menghasilkan pada setiap hari seribu kebaikan. Lalu ada seorang yang duduk bersama beliau bertanya, Bagaimana salah seorang di antara kami bisa menghasilkan seribu kebaikan. Beliau menjawab, Yaitu dengan bertasbih (membaca subhanallah) seratus kali, maka dengan itu akan dicatat seribu kebaikan atau dihapuskan darinya seribu kesalahan.” (HR. Muslim)

“Ada dua buah kalimat yang ringan di lisan namun berat di dalam timbangan, dan keduanya dicintai oleh ar Rahman, yaitu Subhanallahi wabihamdihi, Subhanallahil ’azhim.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Sungguh seorang laki-laki akan datang pada hari kiamat nanti dengan membawa amal kebaikan sebesar gunung. Namun ia telah menzhalimi orang lain, mengambil harta orang lain, melukai kehormatan orang lain. Maka orang-orang yang pernah dizhalimi olehnya, satu persatu mengambil kebaikan orang tadi. Bila amal kebaikannya sudah tidak tersisa lagi, maka mereka mengambil kejelekan-kejelekan mereka untuk diberikan (dibebankan) kepada laki-laki tadi.” (HR. Muslim no. 2581)

Berkata Fudhail bin ‘Iyadh : “Rasa takut seorang hamba kepada Allah sesuai dengan tingkat keilmuan kepada-Nya, dan kezuhudan seorang hamba kepada dunia sesuai dengan keinginannya terhadap akhirat.” (Siyar A‘am An-Nubala‘ : 8/426)

Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Amal yang paling berat ada tiga: dermawan ketika kondisi serba sedikit, bersikap wara’/menjauhi keharaman tatkala bersendirian, dan mengucapkan kebenaran di hadapan orang yang diharapkan dan ditakuti.” (al-Fawa’id wa al-Akhbar wa al-Hikayat, hal. 133)

“Sungguh keberadaan agama Islam dan keberlangsungan dunia ini adalah dengan keberadaan ilmu agama, dengan hilangnya ilmu akan rusaklah dunia dan agama. Maka kokohnya agama dan dunia hanyalah dengan kekokohan ilmu.” (Miftah Daris Sa’adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, 1: 500)

Imam Ahmad berkata: “Manusia lebih membutuhkan ilmu dibandingkan makan dan minum, karena makanan dan minuman dibutuhkan manusia satu atau dua kali dalam satu hari. Akan tetapi, ilmu senantiasa dibutuhkan seorang manusia setiap saat (selama nafasnya berhembus)” (Thabaqat Al-Hanabilah 1: 146)

Malik bin Dinar mengatakan, “Seandainya dunia adalah emas yang akan fana, dan akhirat adalah tembikar yang kekal abadi, maka tentu saja seseorang wajib memilih sesuatu yang kekal abadi (yaitu tembikar) daripada emas yang nanti akan fana. Lalu bagaimana lagi jika akhirat itu adalah emas yang akan kekal abadi dan dunia adalah tembikar yang akan fana?” (Fathul Qodir, Asy Syaukani, 7/473, Mawqi' At Tafasir.)

Ibnul Qayyim berkata, “Amalan-amalan hati itulah yang paling pokok, sedangkan amalan anggota badan adalah konsekuensi dan penyempurna atasnya. Sebagaimana niat menduduki peranan ruh, sedangkan amalan laksana tubuh. Itu artinya, jika ruh berpisah dari jasad, maka jasad itu akan mati. Oleh sebab itu memahami hukum-hukum yang berkaitan dengan gerak-gerik hati itu lebih penting daripada mengetahui hukum-hukum yang berkaitan dengan gerak-gerik anggota badan.” (Ta’thir al-Anfas, hal. 15)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Ada tiga pokok yang menjadi pondasi kebahagiaan seorang hamba, dan masing-masingnya memiliki lawan. Barangsiapa yang kehilangan pokok tersebut maka dia akan terjerumus ke dalam lawannya. Tauhid, lawannya syirik. Sunnah, lawannya bid’ah. Dan ketaatan, lawannya adalah maksiat” (al-Fawa’id, hal. 104)

“Tanda cinta kepada Allah adalah banyak berdzikir (mengingat) kepada-Nya. Sebab sesungguhnya tidaklah kamu mencintai sesuatu melainkan kamu pasti akan banyak-banyak menyebutnya.” (Jami’ al-’Ulum wa al-Hikam, hal. 559).

“Bagaimana bisa merasakan kegembiraan dengan dunia, orang yang perjalanan harinya menghancurkan bulannya, dan perjalanan bulan demi bulan menghancurkan tahun yang dilaluinya, serta perjalanan tahun demi tahun yang menghancurkan seluruh umurnya. Bagaimana bisa merasa gembira, orang yang umurnya menuntun dirinya menuju ajal, dan masa hidupnya menggiring dirinya menuju kematian.” (Jami’ al-’Ulum wa al-Hikam, hal. 483)

“Tidak sempurna keselamatan qalbu seorang hamba melainkan setelah selamat dari lima perkara: syirik yang menentang tauhid, bid’ah yang menyelisihi As-Sunnah, syahwat yang menyelisihi perintah, kelalaian yang menyelisihi dzikir, dan hawa nafsu yang menyelisihi ikhlas.” (Ad-Da`u wad Dawa`, hal. 138)

Yahya bin Mu’adz Ar-Razi rahimahullah bekata: “Hendaknya orang mukmin mendapatkan tiga perlakuan darimu: bila engkau tidak memberikan manfaat kepadanya, jangan mendatangkan mudharat kepadanya, bila engkau tidak membahagiakannya, maka jangan membuatnya sedih; dan jika engkau tidak menyanjungnya, maka engkau jangan mencelanya.”(Shifatush Shafwah 4/91)

Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah berkata, “Kebiasaan para ulama terdahulu adalah menulis nasehat satu sama lain dengan kata-kata semacam ini: Barangsiapa yang memperbaiki hatinya, maka Allah akan memperbaiki kondisi lahiriyahnya. Barangsiapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan sesama manusia. Barangsiapa yang beramal untuk akhiratnya, maka Allah akan mencukupkan baginya urusan dunianya.” (Mawa’izh, hal. 33-34)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan: “Semua bentuk kesyirikan dan beragam corak kebid’ahan dibangun di atas kebohongan dan tuduhan dusta. Oleh karenanya, setiap orang yang semakin jauh dari tauhid dan sunnah, maka dia akan lehih dekat kepada kesyirikan, kebid’ahan, dan kedustaan.” (Iqtidho Siroth Mustaqim : 2/281)

Umar bin Al Khathab berkata: “Siapa yang banyak tertawa, akan jatuh wibawanya. Siapa yang banyak bercanda, akan dipandang hina. Siapa yang banyak melakukan sesuatu, akan dikenal dengannya. Siapa yang banyak berbicara, akan banyak kesalahannya, Siapa yang banyak kesalahannya, akan sedikit rasa malunya, Siapa yang sedikit rasa malunya, akan sedikit wara’nya, dan siapa yang sedikit wara’nya, hatinya akan mati“. (Sifatush shafwah 1/149)

Sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu ’anhu berkata, “Manusia akan senantiasa berada di jalan yang lurus selama mereka mengikuti jejak Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam.” (HR. Baihaqi, Miftahul Jannah no.197)

Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata: “Beramallah untuk duniamu sesuai keadaan tinggalmu di sana. dan beramallah untuk akhiratmu sesuai kadar kekekalanmu di sana.” (Mawa’izh lil imam sufyan ats-tsauri, hal. 49)

Berkata Imam Malik bin Anas rahimahullah: “As Sunnah adalah bahtera Nuh. Siapa yang ikut naik diatasnya dia akan selamat, dan siapa yang berpaling darinya dia akan tenggelam”. (Tarikh Baghdad, VII/ 336, Tarikh Dimasyq, XIV/ 9)

Yahya bin Mu‘adz berkata : “Wahai anak Adam, agamamu akan tetap koyak selama hatimu masih cinta kepada dunia.” (Shifatush Shafwah : 4/93)

Sebagian salaf berkata : “Waspadalah kalian dari dunia, karena sihirnya lebih hebat dari sihir Harut dan Marut, yang mana mereka berdua dapat memisahkan antara suami dan istri, sedangkan dunia dapat memisahkan antara seseorang dengan Rabb-nya.”

Abdul Malik bin Abjar berkata : “Manusia pasti diuji dengan kesehatan untuk dilihat bagaimana wujud syukurnya, atau diuji dengan musibah untuk dilihat bagaimana wujud sabarnya.” (Shifatush Shafwah : 3/123).

‘Urwah bin al-Ward : “Sifat rendah hati dapat menjaring kemuliaan bagi pemiliknya. Setiap karunia yang diterima manusia pasti ada orang yang mendengkinya, kecuali jika karunia itu berupa kerendahan hati.” (Al-Ihya‘ : 3/362)

=============

Untuk melihat Mutiara Nasehat Lainnya, Anda bisa melihat daftarnya disini: http://faisalchoir.blogspot.com/2011/06/daftar-artikel.html#40

Semoga ada manfaatnya..

http://www.facebook.com/pages/Menuju-Hari-Lebih-Bermakna/209926689035016?ref=ts&fref=ts

Senin, 09 Januari 2012

Surat ustz,Yoyoh Yusroh untuk Anaknya

Tulisan berikut saya kopi dari sebuah milis, ditulis almarhumah Yoyoh  Yusroh, yang beberapa hari lalu, biografinya sempat saya baca, begitu sederhana namun sangat menggetarkan hati, menggugah jiwa...., semoga Allah memperbanyak bumi ini dengan jiwa-jiwa teladan seperti beliau...amin


Mari menyelam bersama di sini:

Nasihat Seorang Arab kepada Putranya (Ukhti Nayifah Uwaimir)

Wahai putraku...
Agar engkau menjadi seorang raja yang berwibawa di hadapan manusia...
Janganlah berbicara dalam berbagai urusan
Kecuali setelah mengecek kebenaran sumbernya
Dan jika seseorang datang membawa berita, cari bukti kebenarannya sebelum dengan berani engkau berbicara

Hati-hati dengan isu... jangan percayai setiap yang dikatakan,
jangan pula percaya sesuatu yang setengah engkau lihat
Dan jika engkau mendapatkan cobaan berupa seorang musuh...
hadapi dengan berbuat baik kepadanya...
tolak dengan cara yang lebih baik, niscaya permusuhan itu berubah menjadi cinta kasih.

Jika engkau hendak mengungkap kejujuran orang, ajaklah ia pergi bersama... dalam bepergian itu jati diri manusia terungkap... penampilan lahiriahnya akan luntur dan jati dirinya akan tersingkap! Dan "bepergian itu disebut safar karena berfungsi mengungkap yang tertutup, mengungkap akhlak dan tabiat".

Jika engkau diserang banyak orang sementara engkau berada di atas kebenaran... atau jika engkau diserang dengan kritikan-kritikan buruk... bergembiralah... sebab mereka sebenarnya sedang berkata: "Engkau orang yang sukses dan berpengaruh," sebab, anjing yang mati tidak akan ditendang, dan tidak dilempar kecuali pohon yang berbuah

Wahai putraku...
Jika engkau hendak mengkritik, biasakan untuk melihat dengan mata tawon lebah... dan jangan memandang orang lain dengan mata lalat, sebab engkau akan terjatuh kepada perkara yang busuk!

Tidurlah lebih awal wahai putraku agar bisa bangun lebih awal... sebab keberkahan ada di pagi hari, dan saya khawatir kehilangan kesempatan mendapatkan rezeki ALLAH yang Maha Penyayang disebabkan engkau begadang di malam hari, sehingga tidak bisa bangun pagi!

Akan aku ceritakan kepadamu kisah seekor kambing dan serigala, supaya engkau aman dari orang yang berbuat makar
Dan saat seseorang memberikan tsiqah-nya kepadamu, jangan sampai engkau mengkhianatinya!

Akan aku ajak engkau ke sarang singa... akan aku ajarkan bahwa singa itu tidak menjadi raja hutan dikarenakan aumannya!
Akan tetapi, karena ia berjiwa tinggi!
Tidak mau memakan hasil buruan binatang lain, betapapun ia lapar... dan perutnya melilit-lilit... jangan mencuri jerih payah orang lain... sebab engkau menjadi keji!

Akan aku ajak engkau menemui bunglon... agar engkau menyaksikan sendiri tipu dayanya! Bunglon mengubah warna dirinya sesuai dengan tempat ia berada... agar engkau mengetahui bahwa yang seperti bunglon itu banyak... dan berulang-ulang! Dan bahwasanya ada orang-orang munafik... banyak pula manusia yang berganti-ganti pakaian... dan berlindung di balik alasan "ingin berbuat baik".

Wahai putraku...
Biasakan engkau bersyukur kepada ALLAH!
Cukuplah menjadi alasan untuk bersyukur kepadaNYA bahwa engkau dapat berjalan, mendengar, dan melihat!
Bersyukurlah kepada ALLAH, dan syukuri pula manusia...
sebab ALLAH SWT akan menambah orang-orang yang bersyukur
Dan manusia senang saat mendapati seseorang yang diberi sesuatu lalu orang itu menghargainya!

Wahai putraku... ketahuilah bahwa sifat utama yang paling agung dalam kehidupan ini adalah sifat jujur!
Dan bahwasanya kebohongan, meskipun tampak memberi keselamatan... namun jujur lebih berakhlak bagimu! Dan bagi orang sepertimu!

Wahai putraku...
Persiapkan alternatif untuk segala urusan... agar engkau tidak membuka jalan kehinaan!
Manfaatkan segala peluang... sebab peluang yang datang sekarang... bisa jadi tidak akan berulang!

Jangan berkeluh kesah... aku harap engkau optimis... siap menghadapi kehidupan...
Jauhilah orang-orang yang putus asa dan pesimis, lari dari mereka! Dan jangan sampai engkau duduk dengan seseorang yang selalu memandang sial kepada segala hal!

Jangan bergembira saat melihat orang lain terkena musibah... jangan pula menghina orang karena postur atau penampilannya...
Sebab dia tidak menciptakan dirinya... dan saat engkau menghina orang lain, pada hakikatnya engkau menghina ciptaan dari Dzat yang Maha Mencipta dan Membuat bentuk rupa.

Jangan membuka aib orang, sebab ALLAH akan membuka aibmu di rumahmu... sebab ALLAH-lah Dzat yang menutupi dan mencintai orang yang menutupi!
Jangan menzalimi siapapun... dan jika engkau hendak menzalimi dan engkau merasa mampu menzalimi, ingatlah bahwa ALLAH SWT lebih mampu!

Jika engkau merasa hatimu mengeras, usaplah kepala anak yatim... engkau akan terheran-heran... bagaimana usapan itu dapat menghilangkan rasa keras hati dari hatimu, seakan hatimu menjadi pecah dan melunak!
Jangan mendapat dalam perdebatan...
Kedua pihak merugi.

Kalau kita yang kalah, kita merugi telah kehilangan kebesaran kita, dan jika menang, kita juga merugi, telah kehilangan orang lain yang menjadi lawan debat kita... semua kita kalah... baik yang merasa menang dan yang merasa belum menang!
Jangan monopoli pendapat... yang bagus adalah engkau memengaruhi dan dipengaruhi!
Hanya saja, jangan larut dalam pendapat banyak orang... dan jika engkau merasa bahwa pendapatmu benar... tegarlah dan jangan terpengaruh!

Wahai putraku...
Engkau dapat mengubah keyakinan orang... dan engkau menguasai hati mereka tanpa engkau sadari! Bukan dengan sihir, bukan pula dengan jampi... namun, dengan senyumanmu... dan kosakatamu yang lembut... dengan keduanya, engaku dapat menyihir!
Oleh karena itu, tersenyumlah...
Mahasuci ALLAH yang telah menjadikan senyuman sebagai ibadah dalam agama kita, dan kita mendapatkan pahala darinya!

Di Cina... jika engkau tidak murah senyum, mereka tidak akan berikan lisensi kepadamu untuk membuka kedai...
Jika engkau tidak menemukan orang yang tersenyum kepadamu, tersenyumlah engkau kepadanya!
Jika bibirmu terbuka karena senyuman...
dengan cepat...
terbuka pula hati untuk mengekspresikan isinya.

Jika orang meragukanmu, bela dirimu... jelaskan... dan beri keterangan pembenarannya!
Jangan suka nimbrung dan mengenduskan hidungmu dalam segala urusan... jangan pula ikut-ikutan, berposisi bersama banyak orang saat mereka bersikap!

Wahai putraku... jauhkan dirimu dari hal ini... aku sangat tidak suka kalua melihatmu seperti ini!

Jangan bersedih wahai putraku terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan! Sebab kita tidak diciptakan kecuali untuk diuji dan diberi cobaan... sehingga ALLAH melihat kita... adakah kita bersabar?
Karena itu... santai saja... jangan keruh hati! Yakinlah bahwa jalan keluar dekat...
"Jika mendung semakin hitam, pertanda, sebentar lagi hujan!"

Jangan meratapi masa lalu, cukuplah bahwa ia telah berlalu...
sia-sia kalau kita memegang gergaji kayu, lalu menggergaji!
Tataplah hari esok... persiapkan diri... dan singsingkan lengan baju untuk menghadapinya!

Jadilah orang yang mulia... berbanggalah dengan dirimu!
Sebagaimana engkau melihat dirimu, begitulah orang lain akan melihatmu...
Jangan sekali-kali meremehkan dirimu!! sebab engkau menjadi besar saat engkau ingin besar...
hanya engkau saja yang memutuskan ia menjadi kecil!

Yoyoh Yusroh (Almh)
Komisi I DPR RI




"Tidak Semua Orang Bisa Membuat KEBIJAKAN, tapi Setiap Orang Bisa Berbuat KEBAJIKAN"

Rabu, 07 September 2011

TAK SEKEDAR HIJAB HATI

notes ini saya copas dari asalnya untuk saudariku yang kucintai karena Allah, untuk memantabkan hati...semoga istiqamah ^_^




ADA seorang wanita yang dikenal taat beribadah. Ia kadang menjalankan ibadah sunnah. Hanya satu kekurangannya, Ia tak mau berjilbab. Menutup auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan menjawab

”Insya Allah yang penting hati dulu yang berjilbab. ”
Sudah banyak orang menanyakan maupun menasehatinya. Tapi jawabannya tetap sama.
Hingga di suatu malam. Ia bermimpi sedang di sebuah taman yang sangat indah. Rumputnya sangat hijau, berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih hingga dasarnya kelihatan, melintas dipinggir taman.
Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya.Ia tak sendiri.Ada beberapa wanita disitu yang terlihat juga menikmati keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu wanita. Wajahnya sangat bersih seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut.
“Assalamu’alaikum,saudariku….”
“Wa’alaikum salam. Selamat datang saudariku”
“Terima kasih. Apakah ini surga?”
Wanita itu tersenyum. “Tentu saja bukan, saudariku. Ini hanyalah tempat menunggu sebelum ke surga ”
“Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya surga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini. ”
Wanita itu tersenyum lagi ”Amalan apa yang bisa membuatmu kemari, saudariku ?”
“Aku selalu menjaga waktu shalat dan aku menambahnya dengan ibadah sunnah. ”
“Alhamdulillah..”
Tiba-tiba jauh di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka.
Dan ia melihat beberapa wanita yang berada di Taman mulai memasukinya satu-persatu.
“Ayo kita ikuti mereka” kata wanita itu setengah berlari.
“ Apa di balik pintu itu?” Katanya sambil mengikuti wanita itu
“ Tentu saja surga saudariku” larinya semakin cepat
“ Tunggu..tunggu aku..” dia berlari namun tetap tertinggal

Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum kepadanya. Ia tetap tak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari. Ia lalu berteriak
“Amalan apa yang telah kau lakukan hingga engkau begitu ringan ?”
“Sama dengan engkau saudariku.” jawab wanita itu sambil tersenyum
Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu.
“ Amalan apalagi yang kau lakukan yang tidak kulakukan ?”
Wanita itu menatapnya dan tersenyum. Lalu
Berkata “Apakah kau tak memperhatikan dirimu, apa yang membedakan dengan diriku ?”
Ia sudah kehabisan napas, tak mampu lagi menjawab.
“ Apakah kau mengira Rabbmu akan mengijinkanmu masuk ke Surga-NYa tanpa jilbab menutup auratmu ?”
Tubuh wanita itu telah melewati pintu, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar, memandangnya dan berkata
”Sungguh sangat disayangkan amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini untuk dirimu. Cukuplah surga hanya sampai hatimu karena niatmu adalah menghijabi hati.”
Ia tertegun..lalu terbangun..beristighfar lalu mengambil air wudhu. Ia tunaikan shalat malam. Menangis dan menyesali perkataanya dulu.. berjanji pada Allah sejak saat itu ia akan menutup auratnya.
(Sumber: Wanita Muslimah)

INTERNATIONAL HIJAB SOLIDARITY DAY (IHSD) _4 September

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)



Bagi yang masih mengejar hidayah...semoga disegerakan :)

Senin, 20 Juni 2011

Bebas Bersyarat

Repost dari guru SMA

==================================================

Nak,
engkau bebas berguling untuk memenuhi keingitahuanmu,
engkau bebas melangkah untuk mendapatkan kebutuhanmu,
engkau bebas berlari untuk mengejar keinginanmu,
engkau bebas meloncat untuk menangkap kesempatanmu,
engkau bebas terbang untuk menggapai mimpimu,
bahkan....
engkau bebas berangan dengan segala imajinasimu tuk mencapai kebahagiaanmu...

tapi nak ibu berpesan,
bergulinglah terus jangan berhenti untuk selalu menuntut ilmu,
melangkahlah maju jangan berhenti sebelum engkau sampai ditujuanmu,
berlarilah mencari Ridlo Illahi jangan engkau mendzolimi diri sendiri,
meloncatlah menjaga kejujuran jangan engkau mengoyak kepercayaan diri,
terbanglah mempertahankan hati nurani janganlah engkau menodai kata hati,

namun yang utama....
doa ibu selalu menyertaimu karena kebahagiaan adalah tujuan bermimpi...
kebahagiaan yang hakiki..
yang ditopang oleh ilmu dan harta yang disertai Ridlo Illahi...
yang dicari dengan kejujuran dan kemantapan hati.....

ingatlah pesanku ini...
doa ibu selalu menyertai...



arigatou, Ainun Sensei ^_^

Rabu, 23 Maret 2011

Pada suatu ketika

ketika wajah ini penat memikirkan dunia, maka berwudhulah
ketika tangan ini letih menggapai cita-cita, maka bertakbirlah
ketika pundak tak kuasa memikul amanah, maka bersujudlah

jangan menyerah karena lelah
biarlah lelah mengejar sampai lelah
ikhlaskan semuanya dan mendekatlah padaNYA
agar tunduk di saat yang lain angkuh
agar tetap tegar di saat yang lain terlempar
semoga kita tetap istiqamah
amiin...



jazakallah khoiron katsir

sekedar menulis kembali sms-sms yang lalu, yang walaupun sudah berulang kali mendapat sms dengan redaksi yang hampir sama. tetep aja mencelos di hati. matur nuwun. hehehe...^_^V

Rabu, 02 Februari 2011

Sebuah Pesan


Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
jika di dalam hutan

<Imam Syafii, dicomot dari Negeri 5 Menara, A. Fuadi>